Monday, March 17, 2008

Ayat-ayat Cinta



Minggu lalu saya menonton Ayat-Ayat Cinta.
Bertiga.
Saya-Mpi-Fitrie.
Masing-masing datang dalam kapasitas dan misi yang berbeda-beda.
Mpi atas nama Feminisme.
Saya atas nama solidaritas istri yg anti poligami.
Dan Fitrie atas nama dirinya sendiri (she refused to label herself)

Apa yang akan saya tulis disini bukan semata resensi film itu sendiri.
Rasanya Ayat-ayat Cinta membawa ‘pesan’ yang lebih penting untuk saya cermati sebagai seorang perempuan ketimbang bagaimana sebuah buku Habiburahman El-Shirazy yang laku keras dan cetak ulang berkali-kali diterjemahkan dengan baik ke dalam sebuah film layar lebal. Let the movie critics do their job.

Bahwa film itu sendiri mengusung background ajaran agama Islam yang tentunya bukan porsi saya sebagai seorang Nasrani juga menjadi tidak penting lagi karena menurut saya toh moral of the story Ayat-ayat Cinta itu sendiri universal and borderless.
Karena cinta itu sendiri (if not POLIGAMI) universal – as well as borderless.


Fakta #1 – fakta yang paling seru.
POLIGAMI.

To this date, saya masih menjadi salah satu orang yang tidak dan tak akan pernah bisa menerima konsep Poligami (and Poliandri tentunya, if any). Call me clueless, so be it. It’s a pathetic concept right from the making after all.

Ini menjadi menarik, (dan sekaligus subyektif) bagi saya karena Ayat-Ayat Cinta itu sendiri mengumbar ’indahnya’ berpoligami.

The whole movie, I spent thinking and searching ’the beauty of poligami’ message yang coba diformulasikan sedemikian rupa sehingga seolah-olah, baik Aisha-Fahri-Maria -- (yg pria sengaja saya letakkan di tengah untuk mencoba meng-’address’ sisi happiness threesome marriage karena sang suami yang berada di tengah berlaku: ADIL (??????) untuk kedua istrinya –yeah rite) -- baik-baik saja, gemah ripah loh jenawi, dan mensyukuri hidupnya tiada henti karena bisa membagi cinta dan perasaannya untuk seorang pria yang ia cintai dengan perempuan lain.

Funny thing is: I didnt find any (you can smile back to me at this point because I laugh already).
There’s no such thing as ‘the beauty of poligami’.
Now, let me correct my statement.
There’s no such thing as ‘the beauty of poligami’ bagi kaum perempuan.
Sebaliknya, there is, OF COURSE (with the big O)..buat kaum pria.

It’s a simple mathematic really.
No rocket science or anything.

- Perempuan yang bersedia dipoligami tidak dan tak akan pernah bisa jujur pada dirinya sendiri bahwa dia menikmati sepenuhnya dan bahagia atas ‘pilihannya’ itu. Dia melakukannya karena either terpaksa, dipaksa atau memilih untuk tidak punya pilihan lain SELAIN dipoligami.

- Kaum pria on the other hand, menikmati sepenuh hati ‘indahnya berpoligami’. Punya lebih dari 1 istri berarti extra privileges. Kebanggaan terbesar buat mereka saat bisa menaklukkan max (is there any max? or have they took the liberty to extend the max number?) 4 perempuan sekaligus dalam 1 ranjang perkawinan. Alasan klise bahwa mereka capable untuk berlaku adil kepada para istri – bahwa poligami dilakukan atas nama kemanusiaan: menolong janda dan anak yatim – is no more than a sad justification to satisfy male ‘hunger’ inside themselves.

Rasanya di zaman modern sekarang ini, kita sudah jauh lebih pintar untuk mengerti bahwa yang namanya ADIL bukan porsinya manusia, tapi Tuhan.

Dan bahwa menolong janda dan anak yatim bisa dilakukan dengan santunan dan dompet kemanusiaan – bukan dan tidak harus lewat perkawinan.

Conclusion:
At any case, hanya kaum pria yang diuntungkan dengan Poligami.
Not us.

Poligami hanya justifikasi untuk egoisme berlebihan kaum pria, yang tidak pernah merasa puas dengan 1 istri saja. Perempuan di sisi lain lagi-lagi hanya menjadi korban.

Makes you mad isnt’t it?

Fakta #2
Mencintai tidak sama dengan keinginan untuk memiliki.

Fakta besar yang harus saya syukuri bahwa sang pemilik cerita sepenuhnya menyadari hal ini lewat pesan yang ia titipkan dalam kalimat yang diucapkan Maria sebelum ajalnya kepada Fahri dan Aisha.

Mencintai adalah bukti perasaan yang tulus diberikan Aisha dan Maria kepada Fahri.
Sementara Keinginan untuk memiliki adalah apa yang dipilih Fahri untuk ia lakukan (terlepas dari desakan Aisha istri pertamanya yang tidak rela suaminya dihukum mati karena fitnah Noura): yaitu untuk Menikah (lagi) dengan Maria.

If you see the movie, it speaks for itself bahwa Fahri – yang semula ‘seolah’ keberatan dengan pilihan Poligaminya itu – kemudian menikmati sepenuh hati ‘indahnya berpoligami’.

Tinggal bertiga di rumah Aisha yang indah dan besar, makan bertiga, tidur dengan jadwal bergiliran dan bercengkerama sesuai jadwal yang sudah mereka atur bertiga.

Toh pada kenyataannya, Aisha dan Maria tidak bahagia.

Aisha bahkan memilih untuk meninggalkan Fahri dan Maria dan keluar (dari rumahnya sendiri yang mereka diami bertiga) untuk berkontemplasi atas pilihannya itu.
Maria di satu sisi menyadari bahwa dirinya telah merusak kebahagiaan orang lain dan diam-diam mencoba menikmati ’guilty pleasurenya’ sendirian.
Fahri – yang sudah sangat bahagia dengan kondisi itu – juga tidak siap ketika mengetahui Aisha menderita dengan pilihannya, dan tidak rela kehilangan istrinya yang baik budi dan berjiwa besar.

Conclusion:
Enough is never enough.
When you can have more, you want more.

Jadi, pertanyaan selanjutnya:
siap dan bersediakah anda untuk dipoligami?
I sure dont – sure wont – and all those poligami men can go to hell for all I care.

Hidup feminisme.

Wednesday, March 12, 2008

Thursday, December 13, 2007

Bouncy Trip to Bouncy Town

Last month we had a really fun trip to Bouncy Town..host by Cartoon Network.

Ferrel enjoyed almost all of the bouncy playgrounds they had in there.



Bounce..bounce..up and down..


Bouncy little fella'


Sayangnya, it was rainy later on that evening. We had to end our bouncy trip to bouncy town..
Oh well..we had tons of fun anyways & can't wait for another exciting event to come..

Thursday, November 08, 2007

Happy 2nd Birthday Ferrel – 4th November 2007

Happy Birthday dear son..
May God bless you with the best things that you could ever imagine..







Thursday, October 04, 2007

31 Januari

Song : Dewa Budjana - Lyrics : Armand Maulana
[Dear Gigi, I took the liberty to modify a bit..hope u don't mind]

31 Januari aku dan kamu
menjalani kisah cinta ini
naluri berkata engkaulah milikku

bahagia selalu dimiliki
bertahun menjalani bersamamu
kunyatakan bahwa engkaulah jiwaku

# akulah penjagamu..
akulah pelindungmu..
akulah pendampingmu..
di setiap langkah - langkahmu..

pernahku menyakiti hatimu
pernah kau melupakan janji ini
semua karena kita ini
manusia

# akulah penjagamu..
akulah pelindungmu..
akulah pendampingmu..
di setiap langkah - langkahmu..

kau bawa diriku
ke dalam hidupmu
kau basuh diriku
dengan rasa sayang
senyummu juga sedihmu
adalah hidupku

kau sentuh cintaku
dengan lembut
dengan sejuta warna…

This song is dedicated to Something Wonderful that ever happened to me:
A husband named Willy.
31 Januari 2004, the day we tied the knot.
Best decision I've ever made.
Love u darling..

Thursday, September 27, 2007

Ferrel Goes to School

My lil' kiddo sekarang punya aktivitas baru: SEKOLAH.
What a fun activity for him, I must say..He seemed to enjoy every second of it.

His fave games are Parachute & Bubble.
Semoga main aktif dan tambah pintar ya nak..**doa Bunda**

FERREL& HIS PALS @ GYMBOREE

Friday, September 07, 2007

Nigella on the Making

Beberapa waktu belakangan ini, demam ‘chef kambuhan’ saya mulai muncul lagi. Pemicunya bisa beragam, mulai dari rasa lapar, rasa bosan melihat hidangan di meja makan, sampai impulsive: ‘pengen aja masak’ (yg ini juga bisa dipicu oleh Jamie Oliver’s Twist, Nigella maupun Planet Food) yg hobi saya tonton kala senggang di rumah.

Alhasil, chef dadakan ini suka beraksi di dapur saat rasa lapar mulai mengganggu pikiran (dengan menimbulkan ilusi-ilusi yg tidak perlu laksana sederetan slide hidangan yang mampir dan berseliweran di kepala saya).

Hmm..kalau sudah begini, saya harus masak buat pelampiasan.

Ok, langkah pertama, menggeret kaki ke dapur.
Buka kulkas, keluarkan bahan.
Cuci-cuci, iris-iris, suruh-suruh (si mbak buat bantu ini itu)
Sreng-sreng..
Bumbu ini, bumbu anu..
Voila...
Jadi deh...

Dari beberapa impulsive cooking ini, hidangan berikut adalah hasilnya.
Rasanya? Ditanggung memuaskan..
Somewhat I inherit this weird talent from my mom (hehe boleh geer deh)
Suka males masak tapi hasilnya surprisingly memuaskan..
Ironically, disaat saya bersemangat dan antusias penuh untuk memasak, hasilnya malahan tidak bisa dikatakan terlalu menggembirakan.
Now, that’s what I call a karma.
A delicious karma...
[kiri kanan atas bawah] - Chicken Teriyaki, Potato Cream Soup & Nasi Gila
Resepnya next time ya..when I feel like it hehehe..


Tuesday, August 14, 2007

My Culinaire Ambition: Sambal Matah

Niat saya membuat sate lilit untuk acara keluarga hari Minggu terpaksa batal karena yang empunya ide terlilit kemalasan. Tapi berhubung perut dan otak sudah keburu ‘terpogram’ untuk makan ikan hari itu, saya putuskan menggoreng ikan (duh jauh amat dari sate lilit ke ikan goreng) dan membuat sambal untuk menggugah selera.

Sambal yg saya putuskan untuk ramu dan racik hari itu ialah sambal matah, yg seharusnya menjadi compliment sate lilit yg gagal project itu. Biasanya saya membuat sambal dabu-dabu, yg to my own satisfaction, tidak harus jadi menu wajib menemani ikan bakar ala hidangan Menado or Gorontalo, daerah asal papa saya, tapi cukup jadi teman tapi mesranya-telur dadar, yg biasanya jadi hidangan penyelamat yg mouthwatering kala kelaparan di malam hari.

Sambal matah is pretty much like dabu-dabu. Bedanya hanya di serai, daun jeruk dan terasinya (jangan lupa mengoleskan minyak goreng ke tangan sebelum mulai meracik kalau tidak mau tangan panas seharian).

Kalau tertarik mencoba, ini resepnya:
Bahan:
▪15 bh cabe rawit iris halus▪12 siung bwg merah iris halus▪3 siung bwg putih▪4 lbr daun jeruk iris halus buang tulang tengahnya▪1 btg serai ambil bagin pucuknya iris halus juga▪1 bh jeruk nipis ambil airnya▪minyak bekas menggoreng terasi secukupnya▪terasi sedikit saja▪garam sesuai selera
Cara Membuat:
■campur semua bahan didalam mangkok, cicipi rasanya dan tambahkan air jeruk - garam sesuai rasa yang disukai, kalau suka asin tambah garam, kalau suka asam tambah air jeruk nipis



Buat penggemar sambal, apalagi yg model fresh begini, wajib dicoba..It’s tantalizingly delicious. It’s hot, fresh kr ingredientnya yg raw tapi segar, it will burn in your mouth (karena rawit dan bawang merahnya yg bertaburan) tapi most of all, it’s gonna be your new guilty pleasure..Dijamin.

Monday, July 30, 2007

The Incredi-“Belly(s)” Dinner Party

Sabtu malam kemarin saya diundang seorang teman, a very best kind of friend, Mpi.
This newlywed mengundang saya, Fitrie dan Piping for a thank you dinner di Champa resto, Wijaya.

The dinner was oh so great. Mau tau kenapa?
Nih ya, begini nih kronologisnya..

Jam 8, molor sejam dari yg ditentukan, saya sampai ke Champa. Ayah Willy lanjut ke Aksara baca buku, sayang dia ga bisa join dinner saya dan teman-teman karena dinner ini merupakan ladies nite party. Why?
Because they perform belly dancing, that’s why.

Malam yang menyenangkan itu diisi dengan belly dance performance from the Jakarta Belly Dancing dancers, Senopati.
Saya dan Piping sejak beberapa minggu yang lalu memang diajak gabung bersama dua teman kami yg sudah duluan menjadi student dan kebetulan malam itu perform, Mia dan Ria.

[Students and the wannabees]


Yg lebih serunya lagi, the teacher, Christine membuat sebuah game dimana satu student harus mengajarkan non student tarian singkat dan kemudian perform untuk mendapatkan gift (lumayan bok, bindis and Shiseido)..

[Christine the teacher performing belly dancing with sticks]

Saya dan Ria berpasangan malam itu sementara Mia menggaet Mpi dan Fitrie berduet dengan Piping (Piping di-consider student karena dia sudah 1 kali ikut latihan). Kami asik menari-nari sampai satu-satu pasangan diminta untuk perform, and guess what, saya dan Ria jadi first performers, Omigod..

Singkat cerita setelah semua peserta unjuk kebolehan, tibalah pengumuman pemenang..(after all those shimmies and hipdrop)..taraaaaaa…Mpi and Mia was on the 3rd place and guess what, saya dan Ria was the runner up. We were screaming and jumping up n down like crazy hahahaha….ga nyangkaaaa..senangnyaaaa

Oh my, what a fun nite, saya pulang dengan senyum lebar di wajah, dan begitu sampai di mobil, saya langsung asyik membanggakan “kehebatan” liukan saya malam itu di depan JBD students ke suami tercinta hihihihii..ada gunanya juga ternyata punya tubuh curvey..jadi makin semangat mau gabung sama JBD. Planningnya saya, Mia, Ria dan Piping mau form private class di JBD, doain aja mimpi kami ini bisa segera terwujud..

[the happy bellies]






Thanks for the thank you dinner ya Mpi, for the unforgettable bellies nite of my life..

Letter from My Best Gal, the Powerpuff Girl

My powerpuff galfriend, Mpi, being the good tenant of a new launched apartment in Kemang, sent this letter to her buillding management.

Oh well, the letter is self explanatory.
Check it out for yourself.

Disclaimer:
Well, this is supposedly being a hillarious story. At least for me it is.
Or well, tergantung dari sudut pandang mana kamu membacanya.
If you are a feminist, sudah bisa dipastikan this is for sure your kind of story.

PT [ ]
Jl. Bangka Raya No. [ ]
Mampang Prapatan
Jakarta Selatan 12720

Date : 12 Juni 2007
Subject : Surat Keberatan atas kehadiran AA ***

Dear Pimpinan [ ] Kemang/ Penanggung Jawab Topping Off Ceremony,

Berdasarkan informasi yang saya baca dari Koran KOMPAS pada tanggal 8 Juni 2007 bahwa penutupan atap Menara A Apartemen [ ] Kemang dihadiri juga oleh AA *** sebagai pembaca doa. Saya, sebagai pembeli salah satu unit Apartmen Kemang [ ] unit 19 Lat. 6 Menara B, menyatakan keberatan atas kehadiran AA *** yang dimandatkan untuk memberikan doa pada saat penutupan atap Menara A [ ] Kemang. Pendapat ini didasari atas argumentasi bahwa AA *** adalah pelaku kekerasan. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa AA *** telah melakukan poligami. Berdasarkan UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang telah disahkan sejak November 2004 lalu, poligami adalah termasuk salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan. Untuk itu, saya sangat berkeberatan apabila calon rumah saya didoakan oleh seorang pelaku kekerasan.

Maka saya meminta kepada pihak Apartemen [ ] agar di masa datang untuk mengundang Kyai lain apabila akan mengadakan pembacaan do’a untuk acara penutupan menara B. Apabila pihak [ ] ingin mengundang Kyai yang terkenal, silahkan mengundang Kyai atau tokoh agama lain yang lebih intelektual dan anti kekerasan, seperti K.H. Husein Muhammad, Nasarudin Umar, Ustadzah Musdah Mulia atau Quraisy Shihab.

Apabila pihak [ ] ingin memberi klarifikasi tentang masalah ini, silahkan hubungi saya di [ ]. Demikian surat keberatan ini saya sampaikan untuk diperhatikan.

Hormat saya,

Firliana Purwanti, SH, LLM
Program Officer Human Rights & Gender at Hivos Southeast Asia
Pembeli Unit 19 Lat. 6 Menara B Apartment [ ] Kemang



(Firli alias Mpi yang sedang demo menolak POLIGAMI)



Family Day

Sabtu 2 minggu lalu, bunda, ayah dan Ferrel mengikuti Family Day yang diadakan oleh kantor ayah.

Acaranya digelar 2 hari, full schedule.

Hari pertama diisi dengan balap karung, lomba memasukkan pinsil ke botol dan gebuk bantal di atas sebilah bambu di kolam renang.
Wah, seru banget dan setiap orang harus dapat giliran, termasuk saya dan ayah.
Ferrel boleh excuse karena masih cilik :-)




Acara malam dilanjutkan dengan dinner di pinggir kolam renang, penarikan door prize (semua keluarga dapat masing2 1 doorprize) dan live karaoke.
Kami memenangkan water dispenser, lumayan buat isi-isi rumah Cibubur.

Sehabis makan malam acara dilanjutkan dengan fireworks di amphiteater dan permainan tebak kata dan magic card yang lagi-lagi banjir hadiah. Ayah mendapatkan hadiah dari canon. Puji Tuhan, rejeki nomplok hehe....


Esok harinya kami diwajibkan memakai seragam, kaos Logica dan kembali mengikuti games-games seru yg sudah disipkan panitia.

Ada lomba bakiak, tarik tambang, sepakbola dan mewarnai untuk anak-anak.
Acara ditutup dengan barbeque (makan siang), foto bersama dan penarikan 3 door prize utama untuk semua peserta yg kemarin sudah semuanya dpt hadiah. Kami ikutan deg-degan dan berharap juga sih, soalnya hadiahnya bagus-bagus. Ada Nokia N73 dan 2 printer canggih yang bisa print foto..sayangnya door prize tsb belum bisa jadi milik kami...hehehe..belum rejeki namanya..

[Ferrel yang kecapean & ngantuk bobo dalam pelukan ayahnya]

[bangun-bangun, main perosotan sama ayah..]


[Tarik tambang & Foto bersama]

[para spouses alias mommies & kiddies dapat gift ..]

Oh iya, menutup acara jalan2 kami, dalam perjalanan pulang kami mampir ke taman Safari karena our little Ferrel (dan ayahnya) suka sekali dengan binatang-binatang...

Omah Sendok Dinner

Terima kasih ya bude Wika dan tante Jika, untuk dinnernya yang menyenangkan.
Lama kami ga berkumpul bersama dan Omah Sendok jadi pilihannya.
Bude Wika was celebrating her first new salary (hihihi) and tante Jika was celebrating her promotion (allrite!!)

The crowd and the food was fun.
We should have this more often.
Yup, we should..



.

Mpi’s Wedding

07.07.07
Today is my bestfriend’s wedding.


Wedding yang mengharukan, sekaligus melegakan.
Yang belakangan biar jadi bagian dari cerita persahabatan kami saja, saya-Mpi-Fitrie dan Piping.
I’m not about to share it with the rest of the world.
Tapi intinya, it was one of the most beautiful wedding I’ve ever seen.
Most beautiful bride, handsome groom and the proud parents.

Selamat ya Mpi & Otto, you both deserve this happiness and I mean that with all my heart.

Akad Nikah


Pulangnya mampir ke rumah Ferrel di Cibubur..


Wedding Dinner @ Samarra Pasar Sate and Wine





Ladies Trip to Heaven on Earth



Oh my, BALI!!!
Yippieee… we went for a ladies’ trip to Bali last June.






Nginep di Aston, Seminyak, kami ber-9 menghabiskan liburan yang menyenangkan di Bali.
Dari makan di Jimbaran, shopping di Kuta, lunch di Bebek Bengil dan leyeh-leyeh surga di The Breeze (now this one is my fave).
Sunset juga jadi momen melankolis yang tidak kami lewatkan.





Bali, selalu jadi kenangan yang gak bisa dilupakan..

Bude Wika & Pakde Ip’s House Warming

Bulan lalu kami sekeluarga diundang ke acara house warming Bude Wika dan Pakde Ipung di Bukit Nirvana, Cinere.



Wah menyenangkan skaley acaranya. Kami juga sepakat untuk membuat potluck party karena saya, Tiessa dan Jamal nebeng ulangtahunan di house warming bude.


Menu makanan siang itu begitu yummy, nasi Bali yang disiapkan pasangan bude pakde ini enaaakk banget, bikin nagih deh pokoknya (hebat euy, secara resepnya cuma modal download aja di internet malam sebelum acara hehe), saya membawa puding coklat dan buah, jamal membawa gulai kambing andalan keluarga besarnya dan Tiessa membawa chips and dip serta cheese cake.


Siang itu penuh dengan canda tawa dan ramah tamah yang menyenangkan.
Ngangenin sekali rasanya karena lama tidak berkumpul dengan this kind of crowd, old friends from LGS.




Terima kasih untuk house warmingnya yang menyenangkan ya bude and pakde..



Friday, June 15, 2007

Baldie Ferrel

Minggu lalu Bunda dan Ayah memutuskan untuk kembali mencukur rambut Ferrel yang sudah mulai panjang, rambut panjangnya seperti biasa bikin dia keringetan kalau sedang bermain & bobo. Hasil cukuran Bunda, seperti biasa memuaskan (hehe)

Hasilnya seperti yg bisa dilihat disini..














dan disini...



















And guess what..he gathered some fans here..tante-tante cantik..














teteup aja, jagoan Bunda kegerahan juga
(nah yg ini pose Cosmo Man 2007)

Friday, June 08, 2007


Don’t really feel like working today
Don’t know why. Don’t know how.

Or well, suppose I know exactly why.

I just refuse to admit,
that I actually do.

I wanna be free..
I wanna be free..
Happy as can be…

Just lay your eyes on me
I’ll be freely happy.

Will you PROMISE me?

Wednesday, June 06, 2007

Birthday Dinner of the Three Geminis
















Venue: Grand Indonesia – Marzanno Pizza
Date : Monday nite, 4th of June 2007.
Birthday Dinner the Three Geminis


THE Dinner, all of us the birthday geminis: Irma-Rofik-Tiessa
The dish was mouthwatering, the crowd was fantastic
And what’s important: the gifts are special, from the special kind of friends you won’t left behind.

Thanks all for the wonderful nite. Miss u guys so much..

Tuesday, June 05, 2007

Trip to Sea World

Ulangtahun Bunda Irma tanggal 2 Juni kemarin disemarakkan dengan acara family trip ke Sea World Ancol, yg lebih tepatnya sebenarnya acara untuk entertain sang buah hati tercinta, Ferrel.

Tepat jam 1 kami bertolak dari rumah Oma di sunter, dan dalam waktu kurang dari 15 menit, kami sudah sampai di Sea World. *buat yg rumahnya jauh dr Ancol aka Malibu-nya Jakarta.. jangan sirik ya hehe**

Sampai disana, Ferrel dengan asyiknya tengok kiri kanan melihat ikan-ikan yang berseliweran sementara sang Bunda masih asyik menonton piranha **ih serem amat ya seleranya si Bunda**
Selesai menonton Piranha, Bunda asyik memperhatikan hiu **ok deh..makin serem seleranya**
Selesai menonton hiu, Bunda asyik mengelus-elus kura-kura **tanda-tanda kebosanan melanda**

Untung Ayah Willy dan Ferrel cepat-cepat menarik bunda ke dalam lorong aquarium untuk menonton ikan pari dan berbagai ikan lainnya yang sedang diberi makan. Suasana berubah jadi seru (setelah sebelumnya gelap-gelap membuat kantuk).

Yang paling penting dari acara kami hari itu, baik Ferrel maupun Ayah nampak sangat menikmati daytrip kami hari ini.
That’s what most important for me…

Ok, lanjut ke acara cari kado ultah buat Bunda **pantesan si Bunda ngantuk di dalam aquarium gelap-gelap..** #geleng-geleng kepala#







Long Weekend @ Parijs Van Java

17-19 Mei kemarin, kami sekeluarga menghabiskan long weekend yang menyenangkan di Bandung.

Hmmm..Loooong weekend….
Makan kenyang, tidur seharian & jalan-jalan jadi agenda 3 harian yang wajib dinikmati.
Membayangkannya saja sudah nikmat luar biasa.

Day 1
Arrive @ Aston Jl. Braga
Habis check in kami istirahat sebentar, berenang lalu lanjut makan malam di Sierra sambil menikmati citylights..mm yummm…
Putar2 Bandung sebentar trus..nitey nite..bobo..

Day 2
Breakfast (or more lagi brunch secara udah siang banget) dan..berenang..
Hari ini planningnya agak banyak, selain mengantar Oma putar2 ke berbagai FO, kami lanjut makan (sore menjelang malam) di Kampung Daun.
Wah, sudah lama ga berkunjung kesini, tempat ini somehow tetap menjadi one of my fave spot di Bandung. Dinner di pondokan diiringi hujan rintik-rintik dan suksesnya pemilihan menu membuat kami betah berlama-lama disana…
Pokoknya kalo ke Bandung, buat saya it’s a must untuk makan disini 

Day 3
Check out dan belanja oleh-oleh ke Bawean & Prima Rasa
Makan siang yang menyenangkan dihabiskan di Sapu Lidi, makan di tengah sawah. Selepas makan kami menghabiskan waktu dengan berfoto-foto di sekeliling resortnya..hmm..whatta nice place. Pertama kali kemari resortnya belum selesai dan sekarang setelah semuanya jadi, baru terlihat betapa tempat ini begitu mengesankan. Love it.

Jam 17.00 pulang deh ke Jakarta..home sweet home..
Hati senang, perut kenyang..Just perfect!








Tuesday, May 08, 2007

Little Backpacker

Our son and his famous "CARS" backpack..is our total amusement..

You can see it for yourself..


















**speechless..** Lucunya kamu nak..We love u so much..

Father & Son Activity Day

What is officially a father and son day is Saturday and Sunday..(if not everyday).

Last saturday, Ayah Willy and his precious son, Ferrel, were having the time of their lives - literally. Well, the pictures I am about to present here are actually self explanatory..















Sunday, chasing fishes on the ponds at Mbah Tung's house is officially their next "character building" activity..




Friday, May 04, 2007

Soundtrack of the Month

*crazy about this song..

Music and Lyrics soundtrack -- Way Back Into Love ..
Hugh Grant & Haley Bennett

I've been living with a shadow overhead
I've been sleeping with a cloud above my bed
I've been lonely for so long
Trapped in the past, I just can't seem to move on

I've been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need em again someday
I've been setting aside time
To clear a little space in the corners of my mind

All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
Oh oh oh

I've been watching but the stars refuse to shine
I've been searching but I just don't see the signs
I know that it's out there
There's got to be something for my soul somewhere

I've been looking for someone to shed some light
Not just somebody just to get me through the night
I could use some direction
And I'm open to your suggestions

All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
And if I open my heart again
I guess I'm hoping you'll be there for me in the end oh, oh, oh

There are moments when I don't know if it's real
Or if anybody feels the way I feel
I need inspiration
Not just another negotiation

All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
And if I open my heart to you
I'm hoping you'll show me what to do
And if you help me to start again
You know that I'll be there for you in the end..oh, oh, oh

Wednesday, May 02, 2007

He's Here.. Finally..


My prayers have finally answered, he's back, at least for now...
What's better, he leads this amazing project at my office..cool :P

Yesterday, we ran each other at canteen,, aww..what a romantic encounter.
He introduced me to his fellow Malaysian colleagues and said hi to my galfriends.

Now I can see him just about anytime I want to. He's just right downstairs..literally..

Thank you God, thank You..can never thank you enough.
For bringing my better halve closer to me now..
My wonderful husband and caring father..
Love u darling, and so proud of u..my number one role model :-)
God bless you..

Darius oh Darius..

It’s been a while since I’ve done this silly stuff.

However, bearing in mind the previous “episode” I regret so much – the uneccesary hesitation to pose with the oh-so-gorgeus Ari Wibowo (I was 8,5 months pregnant at that time, doing legal due diligence at Bakrie with the rest of my juniors in LGS, heading for lunch at Setiabudi Building)..well, let’s just say I don’t want to make the same mistake..

So, there were me and my junior friends..having this really nice and fun lunch at Ambas while all of a sudden, Darius the cutest..coming out of nowhere towards our table (with his pregnant Donna Agnesia, of course, but so what then :P )
From this point on, you can guess the rest of the story..


Tuesday, April 10, 2007

My Jealous Boy

Ferrel, my boy, has got a new cool attitude: being JEALOUS!!

Jadi ceritanya, suatu sore, si Ayah yang suka iseng itu coba-coba menggoda Ferrel yang asik bermain dengan buku barunya pemberian dari Bunda.
Si Ayah tiba-tiba punya ide jail dengan serta merta memeluk saya erat-erat dan memanggil-manggil Ferrel, try to distract him away from his new toy.

…”Ferrel..Ferrel..come here my boy..liat niy Bunda diambil sama Ayah..” **bocahku masih tak bergeming** - STRIKE ONE

…”Ferrel..Ferrel..look, son..”
*Ferrel menengok sebentar dengan setengah cuek sebelum dia bereaksi seperti ini:
1. Berdiri
2. Setengah berlari
3. Babbling (which I assume dia actually marah-marah ga karuan sama si Ayah dalam bahasa bayinya)
4. Menubruk saya dan si Ayah sambil teriak marah-marah dan menarik-narik tangan Ayahnya dari saya.
5. Memeluk saya sambil menarik-narik baju saya (well, this one is his habit I’ve been too familiar with: minta nenen donk Bundaaa…)

So there, I hug him sambil kuelus-elus kepalanya botaknya dengan mesra **duh Bunda tambah sayaaaaang banget deh sama kamu Nak…**
Kasih nenen *senjata pamungkas*
Sembari liat-liatan dengan tatapan geli dengan si Ayah, yang kemudian memeluk kami berdua dengan mesranya, his two precious darlings in the whole worldwide universe..

My jealous boy, my loving husband.
Just a perfect combination
.

Friday, March 16, 2007

Sleepless in Hongkong

Last week, I went to Hongkong for a training..
Hmm..
Wait a minute,
lemme see: HONGKONG – TRAINING?
It doesn’t sound right..

Ok..lemme try again:
HONGKONG – SHOPPING?
Now, that’s a perfect match..sounds like a lot of fun :-)

It turns out that I had both, business mixed with pure pleasure of shopping..
The training was really intensive, the speaker was Schuyler Henderson (author of Henderson of Derivatives)..a guru in derivatives transaction who delightedly gave us 9 hours daily training on International Swap and Derivatives Association Master Agreement 2002.
Headache? **u bet**

The long and winding hours of intensive training somehow justifies me to shop madly
Thank God Sheraton was located in the heart of Kowloon, and was a shopping district after all, just a walking distance away from one spot to another.
Heaven..I must say..

Some new friends from the training course also accompanied my sightseeing activity in HK.
Sophia was from HK while Sun was from Korea.

It was really nice, we had quite an adventure in that long cold night.
We took the MTR, watch the symphony of lights from the harbour front and took the ferry trip (that got me and Sun seasicked)..

It was fun..

My roundtrip transit in Spore has been really sweet too..
I got to meet my hubby @Changi (uhhh darling..miz u too)..
Had lunch at Burger King (a must!) & went hunting for Hudsons :-)

Finally, arrive at Cengkareng, and hold my baby boy in my arms..
Ugh kangennyaa…


Hongkong: be back soon :-)

(sama ayah and Ferrel kali ini tentunyaa)








Attention Please: Husband for Loan!!

A couple of weeks ago, my bestfriends (from 2 different peer groups) went to Spore at the same days. Business mixed with pleasure, I suppose :-)

Being the nicest friend I am, I let them borrow my sweety [for travel purposes only..] – absolutely free of charge.

Saturday and Sunday, ayah Willy took them around and one thing they absolutely can’t miss is of course, a round trip to Vivocity, the city of pleasure..

Wahh suamimu baik sekali, Ma…ngajak kita muter2 Spore..” (versi Fitrie-Pipink)
Ma..kita lagi diajak si Ayah nih muter2 Vivocity..“ (versi Wika-Jika)

(While previously, versi Mpi: “Ma, gw ngajak Willi minum..hehehe”) **dasar biang kerok, love u though..**

Hmmm..I wished I were there..
Being part of the fun crowd..


(perhaps it’s the missing-him-so much part that talks)







Tuesday, January 30, 2007

Happy Anniversary

3 wonderful years of marriage
7 years of togetherness..
The more I know,
Life simply can’t get any better without you…

Happy 3rd anniversary darling..
Thank you for being one of the best things that ever happened to me..


Grow old along with me..
The best is yet to be!!!

Friday, January 26, 2007

The Love Ritual


We have a new fun ritual.
Every nite, we would kiss each other goodnite by sms.
Now, this is not a new thing for us, we could say this is an addiction.
A sweet addiction.

However, starting a few nites ago, my son would sit on my lap, watch closely as my fingers dance on the phone keyboard, sending all those love notes, acting as if he understands what his parents are doing and starts ‘reading’ all those love notes.

Being a good mom, I want him to take part in our love ritual.
I pick his tiny lil’ finger, put it in the right place, and I let him push the send button..

And click..
MESSAGE SENT…
MESSAGE DELIVERED…
Sending his “message” away to his dad he missed so much..


**Miss u too darling...

A Week A Princess

Likewise, my Prince has finally returned to his castle, his homeland: the land of Lions (Baca: Singapore)

Sedih sih, tapi 3 weeks being his Princess was trully beyond expectation.
Jadi, ceritanya, sepulangnya kami dari X-mas in the tropic tip kami ke Sing, si ayah yang masih mendapatkan jatah libur sekitar 1 minggu lebih dari kantornya, setiap hari mengantar jemput Bunda Irma, his Princess, ke kantornya di kawasan Mega Kuningan. Waaahh senangnya ga ketulungan…

Saya yang setiap hari harus berjibaku dengan kemacetan kota Jakarta yang notabene bisa bikin betis “sexy” karena kelamaan menginjak pedal kopling-rem-gas, 1 minggu itu dimanjakan dengan service “Antar Jemput Ayah Willi& Ferrel” (the latter is my cute lil joki)..

Pulang kantor kami biasanya punya agenda yang setiap hari dimodifikasi sesuai dengan selera perut dan selera kaki. Kalau hari ini ke Ra Sushi, besok mungkin ke Senayan City or someplace else we want to go.

Ferrel, pangeran kecil kami yang lagi senang-senangnya jalan kaki kesana kemari, nampaknya sangat hobi menyambangi “open space”, and so, mall is definitely the place to be.

Blessing in disguise, tepat beberapa hari sebelum kepulangannya ke Singapore, ayah kena cacar alias chicken pox..

Wah, pick up and delivery service buat Princess terpaksa dengan berat hati dihentikan untuk sementara waktu sampai sang Prince dinyatakan sembuh oleh dokter.

Sedih sih, tapi siapa yang ga hepi ditemani suami lebih lama lagi…
What a romantic illness.. :-)

Wednesday, January 03, 2007

The Widiatmikos 2nd Family Trip: Christmas in the Tropic

How fun can it be!!
For the 2nd time in the same year, we went back to Singapore..
Nuno..not for ayah’s birthday this time, but to celebrate our first XMAS in the Tropic!!

The ‘fairytale’ goes something like this..

Day 1 – 22 December 2006
Phiuff..what a tiring day, pagi tetap bekerja seperti biasa, walau setengah hari tapi hari ini ada RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) di Ritz Carlton, jadi pagi-pagi saya sudah harus standby disana. Selesai jam 10 saya balik ke kantor, sambil mengurus last minute details untuk departure.
Jam 11.30 saya sudah on my way back home, izin setengah hari niy ceritanya J (thanks Bang Mel..), jam 17.00 saya sudah sampai Bandara dan mengurus semua keperluan keberangkatan, dari check in sampai bebas fiscal-nya my lil’ prince Ferrel (si lil’ Prince sendiri malahan asyik ngunyah makan malamnya sementara Bundanya sibuk kesana kemari..)

Jam 20.00 pesawat (supposedly) take off, namun diundur sampai jam 21.00 karena ada seorang penumpang asal Jerman yang nampaknya kehilangan boarding passnya..just perfect! Ferrel sudah mulai resah di pesawat, walau akhirnya dia mau juga berbaring tenang di pelukan bundanya. Untungnya ada pasangan Amerika di sebelah kami yang really nice, mereka ikut mengajak Ferrel bermain sehingga bisa mengurangi kebosanannya di pesawat.

(Yang aneh bin ajaib, biarpun take off telat, landingnya tetap seperti yang dijadwalkan semula (kok bisa ya..ngebut kali tuh si Lufthansa..)

Sampai di Changi, ayah sudah menunggu dengan senyumnya yang paling manis dan pelukannya yang paling hangat.

Malam yang melelahkan, kami sempat dinner sebentar di Burger King (buat Bunda: a must! hehe) lalu menuju hotel boutique yang sudah kami book untuk malam itu, Royal Peacock di kawasan Chinatown.

Royal Peacock turned out to be a small nice boutique hotel. Our room was on the 2nd floor, and my lil’ Prince..hmm..how he loved it so much going down and up the elevator, cruising along the alleys and smile on his way around to everyone he ran into. Duh nak..bunda capek loh hehehe..teler berat..Sementara anakku yang ganteng berhasil menarik perhatian beberapa fansnya di hotel, bunda sibuk mengalihkan perhatiannya agar mau diajak masuk kamar dan tidur..

Ok, berhasil..
Jam 23.00 malam itu, we cuddled up in our warm cozy bed, slept the night away..
Nitey nite everyone..**wink wink**








Day 2: 23 December 2006


Lil Prince and Big Prince aka ayah sibuk menyusuri jalan sepanjang hotel sementara Bunda duduk manis di dining room hotel yang menyenangkan. Kami memang bergantian sarapan karena si pangeran kecil sangat senang menyusuri jalan di luar hotel sambil menikmati pemandangan di sekitarnya. Nuansa dining room hotel yang warna warni, minimalis tapi sekaligus ethnic membuat kami betah berlama-lama disana. Hotel Royal Peacock tempat kami menginap ini letaknya berseberangan dengan boutique hotel 1929, which is also a very nice boutique hotel.

Selesai breakfast kami check out dan pindah ke YMCA Hotel di 1 Orchard Road, berdekatan dengan MRT Station Dhoby Ghaut. Hotel ini sangat nyaman walaupun bukan boutique hotel seperti Royal Peacock. Gedungnya jauh lebih besar, begitu juga dengan kamarnya. Kami bahkan mendapatkan free baby cot dan baby high chair sehingga Ferrel bisa leluasa bermain dengan aman di kamar sekaligus makan dengan nyaman. Ditambah lagi lokasinya yang sangat accessible (baca: di Orchard (haha) dan dekat dengan MRT Station, Christian Pedestrian Chursch, 15 minutes walking distance ke Fort Canning area, Sim Lim area dan Little India dan ber”tetangga” dengan Plaza Singapura dan Park Mall).

Selesai check in, kami langsung naik MRT menuju Vivocity di Harbour Front. Sebelum keberangkatan kami ke Singapore, ayah beberapa kali menyatakan betapa inginnya dia mengajak pangeran kecilnya kesini untuk bermain air. Yup, main air..

Vivocity is a huge new mall located at Harbour Front, overlooking Sentosa Island. Di lantai paling atasnya terdapat kolam besar yang dalamnya hanya setinggi mata kaki tempat bermain anak-anak kecil dan voila..benar saja..sampai disana Ferrel senang sekali bermain air sampai-sampai kami kewalahan mengajaknya menyudahi permainannya.

















Lihat saja betapa excitednya Pangeran Kecil dan Pangeran Besarku bermain air di Vivocity:















Dari sana kami menuju ke Baby Hyperstore dan Baby’s Kingdom di daerah Bedog, agak jauh memang but it was worth the trip. Ferrel juga nampak senang karena banyak mainan berwarna-warni terhampar di sana sini yang menarik hatinya. Sayangnya rencana mengunjungi Mummy’s Milk terpaksa batal karena hujan deras..

Day 3: 24 December 2006

Hari ini kami bertemu dengan Shanty, Cherish dan Suandy di Orchard..(akhirnya ya Shan..ketemu juga kita). Saya kenal dengan Shanty dari suamiku Willy, kebetulan mereka sama-sama member milis Indo Sing dan kebetulan juga seorang blogger, jadilah kita sering bertamu di blog satu sama lain.

Cherish yang cantik dan lucu tampak senang bertemu dengan Ferrel, dia bahkan juga senang sekali menggandeng tangan saya terus-menerus sepanjang perjalanan kami menyusuri Orchard. Kami sempat keliling sebentar dan foto-foto sebelum akhirnya berpisah karena Cherish ingin bermain ke M&M’s booth yang ada di dekat Borders dan kami sendiri punya agenda mengunjungi Borders, as usual.

Puas berjalan-jalan dan berbelanja di Borders kami naik ke lantai atas untuk makan malam. Sushi Sei sayangnya fully booked malam itu sehingga kami memutuskan untuk pindah ke Fish & Co…hmmm..yummy. Selesai makan seorang waitress menghampiri kami dan memberikan souvenir 2 buah coklat dan organizer, courtesy of Fish & Co..wah menyenangkan sekali..Thank u so much Fish & Co!

Acara jalan-jalan kami malam itu seharusnya ditutup dengan mengunjungi Tanglin mall untuk melihat salju. Sayangnya karena sudah terlalu malam, kami terpaksa membatalkan rencana tersebut dan memilih kembali ke hotel untuk beristirahat.

Dalam perjalanan pulang kami sempat mampir ke Christian Pedestrian Church yang terletak tepat di sebelah hotel kami, sambil menyaksikan kebaktian Natal dan ratusan lilin yang dinyalakan, kami ikut menikmati alunan Christmas jingles yang dinyanyikan sepanjang malam itu, What a beautiful X-mas nite..








Day 4: 25 December 2006

It’s the most wonderful time of the year..
With the kids jingle- belling
and everyone telling you
Be of good cheer
It's the most wonderful time of the year….

Merry X-mas everyone!!

Bangun pagi (baca: kesiangan), kami langsung menuju City Hall dengan tujuan utama tentunya berdoa di St Andrew’s Cathedral. Pangeran kecil kami pagi itu baru bangun jam 10 lewat sementara misa Natal di St. Andrew’s dilaksanakan pada pukul 10…oh well, there goes the X-mas service..
















Selesai misa kami breakfast di Long John Silver yang hmm.. yummy.. It’s not that pricey, yet the food was actually good. Saya memesan Grilled Chicken dengan Cajun Rice sementara Willy memesan Chicken in Pita Bread yang rasanya memang sedahsyat tampilannya. Ferrel duduk manis di kursi makannya sambil sarapan dan seperti biasa menarik perhatian pengunjung di sekeliling kami. Dia bahkan mendapatkan slobber Long John Silver dari waitressnya, wah thank you so much aunty!












Selesai breakfast kami jalan-jalan ke tempat nongkrong after work favorite ayah Willy dan teman-teman Singaporeannya: Chijmes, yang berlokasi tepat di sebelah katedral St. Andrew’s.














Puas menyusuri Chijmes kami menuju ke Raffles Place (Raffles City Shopping Centre, Raffles Hotel Arcade & juga Museum).























Malam itu jalan-jalan romantis kami dimulai dengan menyusuri Fullerton, lalu masuk ke Esplanade, foto di Merlion, Cavenagh Bridge dan juga Clarke Quay. Wah rasanya serasa nostalgia karena dalam trip kami ke tempat-tempat ini bulan Juli lalu, Ferrel masih kecil sekali dan belum bisa berjalan, sementara dalam trip kami kali ini, ia nampak begitu bersemangat berjalan-jalan dan juga takjub menyaksikan Christmas tree yang indah-indah terpampang di beberapa spot selama perjalanan kami dari satu tempat ke tempat lainnya.































Sebelum pulang, ayah lagi-lagi menyempatkan diri untuk melaksanakan kaulnya yang kedua (setelah water playground Vivocity): yaitu mengajak Ferrel berjalan-jalan dan lari-lari kecil di sepanjang Raffles Place park.

It was really fun watching such father and son moments..













Lelah tapi senang, malam itu kami kembali ke hotel untuk beristirahat dan melakukan ritual penutup yang tidak kalah pentingnya: buka kado Natal!! Yippiee..







Day 5: 26 December 2006

Hujan deras lagi-lagi mengguyur Singapore sepanjang hari ini. Trip kami ke Singapore Zoo dan Jurong Bird Park terpaksa harus di reschedule sementara kami memikirkan alternative lain untuk menghabiskan liburan kami hari itu.

Pilihan kami kemudian jatuh pada ‘indoor activity’ di Suntec City dan Bugis Junction yang konon kabarnya menggelar Christmas Tree yang seluruhnya terbuat dari Diamond (courtesy of Song Kee Jewellery Store). Akhirnya kami menuju kesana dan benar saja, tepat di depan Intercontinental Hotel, the Song Kee Jewellery Christmas Tree terpampang dengan indahnya membuat semua mata berdecak kagum memandangnya. Konon kabarnya pohon Natal ini bernilai hamper 10 miliar Rupiah yang nampak dari penjagaan ketat para petugas disana. Selesai puas berfoto dan berjalan-jalan di sana, kami menuju Delifrance untuk makan malam sebelum menuju hotel untuk kembali beristirahat.

Oopseeyy..lookey lookey..ada pangeran kecil yang ngantuk dan kecapean di strollernya..lucu sekaliii..

















The famous Diamond Xmas Tree.. (bagus ya) & si ayah ganteng :-)



Day 6: 27 December 2006


Nampaknya baik ayah, Ferrel dan bahkan Bunda belum puas bermain di Vivocity. Hari itu akhirnya kami memutuskan untuk mampir lagi kesana dalam perjalanan menuju Cable Car Sentosa Island.

















Puas bermain air di Vivocity, kami segera bergegas menuju antrian Cable Car untuk menuju ke Sentosa Island. Ferrel nampak senang berada dalam Cable Car yang memang di desain cukup nyaman sebagai sarana transportasi menuju ke Sentosa.



















Sampai Sentosa kami langsung menuju ke Siloso Beach, sebagai agenda pertama mengenalkan Ferrel pada pantai dan pasirnya.. Pangeran kecil kami nampak senang dan puas berkejaran dengan ombak dan bermain pasir sebelum akhirnya kami mengajaknya menjelajahi bagian lain dari Sentosa seperti Butterfly Park dan Carlsberg Sky Tower. Musical Fountain terpaksa kami lewatkan karena selain hujan deras mulai mengguyur Sentosa, kami masih harus menunggu hampir 3 jam lagi untuk menikmatinya sehingga kami memutuskan untuk kembali ke Vivocity dan makan malam di Food Republic.


Wah a tiring and fun day! Ferrel nampak sangat menikmati jalan-jalannya di pantai sehingga kami berencana dalam waktu dekat akan mengajaknya berwisata ke pantai lagi (hmm..Bali? Or perhaps Phuket? We’ll see deyy..)







Day 7: 28 December 2006

Hari ini kami berangkat ke Johor Baru, salah satu wilayah Malaysia yang terletak dekat dengan Singapore.

Dari MRT Dhoby Ghaut kami menuju ke Woodlands dan turun di Marseiling. Dari Marseiling kami naik shuttle bus menuju Johor Baru yang memakan waktu sekitar 15 menit lepas dari imigrasi Singapore.

Dari Imigrasi Malaysia kami naik taxi menuju ke AEON Tebrau City (Jusco) yang diklaim oleh Wikipedia sebagai “The largest mall in JB, with a sprawling supermarket and numerous international retail franchises like Giordano's, MNG, Esprit, Dorothy Perkin's, and the list goes on. All ranges of food available, from Italian fine-dining to fast food joints like Pizza Hut to local favourites at the food court on the 3rd level. Upmarket shopping, mid-range goods, food, departmental store, movies, karaoke and entertainment all under one roof…” – a must visit spot.

Perjalanan kami siang itu menuju Jusco (dengan bad traffic dan lagi-lagi hujan) hampir 1 jam (normally 30 menit), dan ongkos taxi yang tidak lebih dari 20 RM saja..wah menyenangkan! Everything is half price Spore..

Sampai di Jusco..its even better! They’re on sale!!! Huurraayyyy…
Padini (mad) sale, including Vincci tentunya (misi memborong Vincci akhirnya kesampaian juga), Mango Sale, U2 sale and for cry out loud, memang jauh lebih murah dari Xmas Sale di Spore.

Selesai jalan-jalan kami makan siang di Yoshinoya, lalu jalan-jalan lagi keliling Jusco sebelum menyempatkan diri ke Jusco Market mencari Global Garlic Butter kesayanganku. Mentega garlic ini membawa kenangan yang indah karena mengingatkan masa-masa dimana saya dan suami baru yang beberapa bulan menikah (tahun 2004) berkesempatan mengunjungi Kuala Lumpur bersama keluarga besar suami. Saat itu saudara dari pihak keluarga suami menikah di Sheraton Imperial KL dan kami sekeluarga pergi kesana memenuhi undangan. Singkat cerita, dari Crown service apartment tempat kami menginap waktu itu (within eyesight dari KLCC dan 2 minutes walking distance), saya yang suka sekali “bertandang” ke KLCC menemukan “breakfast company” baru yang rasanya cocok sekali di lidah saya, yaitu: Global Garlic Butter. GGB ternyata tidak hanya menjadi favorit saya, namun juga favorit kakak ipar dan tante saya yang juga saat itu berada disana. Jadilah kami setiap pagi selama di KL sarapan dengan GBB yang rasanya addicted di lidah dan lekat di hati.

Di Jusco, kenangan lama (yang tidak penting) namun indah itu mengusik saya lagi sehingga mendorong saya untuk memborong GBB sebagai oleh-oleh nostalgia untuk dibawa pulang sekaligus dibagikan ke kakak ipar dan tante saya. Kami juga membeli fresh sushi yang di Jusco Market yang selain harganya murah rasanya ternyata sekelas dengan Sushi Tei..perfect!

Hari yang melelahkan namun memuaskan. JB memang tidak seindah kenangan kami akan Kuala Lumpur, namun shopping sale dan terutama GBB membuat semuanya serasa kembali dalam ingatan..




Day 8: 29 December 2006

Today is our last day in Spore..how sad :-(

Ferrel agak sedikit rewel pagi itu mungkin karena kelelahan setelah perjalanan panjang kami ke Johor Baru kemarin, sehingga dengan berat hati kami terpaksa membatalkan agenda kami menghadiri perkawinan Cordelia di Ang Mo Kio (sorry ya Cordelia..).

Selesai breakfast di hotel kami menuju Jurong East (M1 di International Business Park- kantor ayah) dan Boon Lay (apartemen ayah) sebelum kembali ke Jakarta dengan penerbangan jam 18.00 sore itu.

Dari Boon Lay kami juga menyempatkan diri ke Tangs di Orchard dan makan siang di ayam bakar Ojolali yang tenar di milis Indo Sing. Wah ternyata rasanya memang luar biasa enak (mirip-mirip ayam goreng mas Mono dengan sambal yang jauh lebih enak dan pedasss)..

Dari Orchard kami juga sempat mampir ke IKEA Tampines yang konon merupakan the largest IKEA di Singapore (yup, it’s larger than IKEA yang terletak di Alexandria Rd). Puas jalan-jalan dan berbelanja, kami menuju hotel dan mengambil luggages kami untuk kemudian menuju Changi Airport.

Di Changi, Ferrel nampak senang berjalan kesana kemari sementara saya seperti biasa sibuk “menyatroni” counter-counter kosmetik dan coklat: berbelanja dan membelikan titipan teman-teman dan saudara.

Jam 18.00 Lufthansa take off dan mendarat dengan mulus di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Opa dan Oma Ferrel menyambut kami dengan wajah dan pelukan kangen mereka. It’s glad to be home.
It was surely the end of our Christmas in the Tropic trip..but no worries..ayah tersayang masih akan menghabiskan liburannya di Jakarta bersama kami for another 9 days sebelum kembali ke Singapore on the 8th (hmm..a “Princess Diary” on the making...wait for the updates y’ all)







Sunday, December 10, 2006

Step by step

Ayah, ayah..hear me out..
Tepat seminggu setelah ultahnya, anakmu ini membuat kejutan
Yup, aku berdiri..trus aku berjalan, ayah..

Aih lucunya…

Tuk..tuk..tukk
Aku si boneka lucu
Berjalan satu-satu
Miring kiri, miring kanan
Satu langkah, dua, tiga, empaaat…dan limaaaa..
Horeeee..
Berhasil!!















Ayah,
Bunda bangga sekali sama aku
Dia sampai jingkrak-jingkrak kegirangan
Amazing” kata Bunda

Sekarang aku masih rajin latihan jalan ayah.
Ambil ancang-ancang ke ujung tempat tidur trus jalan lagi miring kanan kiri

Ayah,
Kata Bunda, Ayah janji ajak aku ke Raffles Park
Biar aku puas jalan-jalan sama lari-lari, kata Ayah..

Ga sabar nunggu Christmas in the Tropic trip kita ya ayah..
Bunda bilang aku boleh puas jalan-jalan kecil sepanjang Orchard
Atau main-main air di Vivocity.. (sementara Bunda menyatroni counter Gap dengan hati suka cita)

Can’t wait..we both just so can't wait
Miss u ayah and see you soon yaa..

Review Makansutra @Olive


Another “Food For the Soul” dinner kami malam itu digelar di resto baru bernama Olive, yang terletak di Plaza Gani Djemat, Jl. Imam Bonjol, Menteng (ex Cinna Bar).

Fitrie malam itu bertindak selaku host sekaligus sponsor, sementara saya, Piping dan Mpi duduk manis dan membaca menu dengan seksama. Berusaha keras menentukan apa yang kira-kira paling tepat kami pesan untuk menemani our heart to heart gathering malam itu.

10 menit kemudian kami sudah siap memesan.
Saya dan Piping memutuskan untuk memesan Veal Beef Osso Bucco.
Mpi memilih memesan pasta (Sp'ghetti something, I forgot)
Sementara Fitrie memesan Lamb Chop.
Mmmmm…slurrrpeey yummmmeeyy…

Floor Manager yang ramah membantu kami dalam meneliti setiap menu yang kami pilih dan memastikan bahwa makanan yang kami pesan ialah pilihan yang tepat.
Selang hampir 30 menit kemudian, makanan sudah dihidangkan.
Porsinya sedang, not too much, not too less juga.
Mmm…Osso Bucconya enakkk..sayangnya cuma satu: dagingnya keras.
Saya dan Piping agak kerepotan memotongnya dengan pisau, sampai akhirnya dia menyerah dan mas Floor Manager yang extra helpful datang dan menawarkan kalau-kalau dia boleh mencoba “kekenyalan” daging yang kami makan.

Serius mas?”
Kami berempat hampir-hampir tidak percaya ketika dia memutuskan untuk memakan sisa daging di piring Piping.
Oh iya, memang begini kok prosedurnya”
*wwwoowwwww..plokplokplokkkk…what a dedicated employee you are mister..”

Aksi icip-icipnya itu memberinya satu kesimpulan yang sayangnya buat kami agak kurang memuaskan: “Dagingnya ga keras ah.. Osso Bucco itu kan memang di daerah pinggul (tau bener tau gak) jadi memang seharusnya dia liat seperti ini teksturnya

Hiyaahh..masa seeehhh…(kita ga maksa minta ganti menu kok mas, beneran loh, asal mas dengan besar hati mengakui aja kalo dagingnya teksturnya kaya sendal jepit swallow, kita udah seneng loch masssss..)

However, we politely thank him after all, for his tremendous effort.. **jeezzz**

Canda tawa dan curhat bersama kami malam itu ditutup dengan dessert brownies dan orange cake.
Sweets for the sweets..

Conclusion:
Pricey, tapi ambiencenya sangat menyenangkan, it almost felt that you had dinner at a lounge or something (mind the not-carefully-picked songs played in the resto that nite).

Lagi-lagi dinner yang sarat issue (baca: curhat).
This “Food for the soul” dinner is surely to be continued.
My call, my treat.
Just wait for the next review..
**pssstttt...photos are soon to be uploaded ya (I honestly have not yet been able to locate the files..)..oopsey..

Jamie’s Italy

Siang itu dengan berhati-hati saya ketuk pintu kamar Pak Arief Surowidjojo, my long time-soon to be my ex–bos.
(Jika, my friend, happened to be in the room at that moment).

From a culinaire enthusiast to another, I hand him over a gift: Jamie’s (Oliver) Italy – newly issued, carefully wrap and nicely bowed (makasih ya ayah sayang, buat effortnya nyari dari Borders sampe Kinokuniya Takashimaya, makin cinta deehh..mwahh)

He just loved it.
Waahh ini kan buku yang memang saya mau beli, makasih ya..ayo kamu tulis dulu di bukunya, jadi kalo saya masak saya inget sama kamu..”
So I did, I simply thank him for everything.
A thank you note in a cook book.

In return, he gave me this:



"Irma, kalau butuh juru foto boleh panggil saya kapan-kapan, lumayan buat bekal pensiun."
**Grin**

Bagus ya fotonya.. Love it. Love it. LOVE IT.

Makasih ya Pak Arief, what you have been provided me for this past 5 years is just priceless.
Thank you, thank you, thank you so much.
I wish you and the firm best of luck…

Farewell my Friends..


Never before in my mind had I imagine..
Leaving something so precious behind,
Something that has became a part of me
For as long as I can remember..


30 November 2006
I bid my friends farewell
Teman-teman dalam suka dan duka, dalam canda dan tawa dan dalam gossip yang tiada habisnya..

5 tahun bukan waktu yang singkat
Mengingat kebersamaan kita yang rasanya manis dan sarat makna

Jam 17.30 sore itu pintu kamar saya tiba-tiba diketuk
Segerombol wajah menyeruak masuk
Salah satunya menyerahkan secarik kertas ke saya
Apaan nih?” tanya saya waktu itu
Buka aja, nanti juga tau sendiri..” jawabnya…

……………………..
dia adalah junior favorit kamu di kantor..”
Dengan tampang bingung saya mencoba mencerna isi tekla-teki (yang tidak silang) itu dalam secarik kertas biru tadi.
Didi?” tanya saya mencoba mencari konfirmasi, yang sayangnya hanya dijawab si empunya kertas dengan bahu yang diangkat dengan tak acuh.
tega deh loe..gw masih ngutang bikin farewell note sama client list niy..mana sempettt??” protes saya sembari melirik ke jam yang sudah menunjukkan pukul 17.35

Tapi protes saya rupanya bukan excuse yang mereka cari.
Sore itu diwarnai dengan aksi “mencari petunjuk” yang rupanya sudah direncanakan sedemikian rapinya oleh teman-teman kantor saya.
Meja ke meja, kamar ke kamar, cubicle satu ke cubicle yang lain, laksana anjing pelacak, saya diWAJIBkan mencari petunjuk yang saling mengarah satu ke yang lainnya..
Setelah pencarian yang melelahkan dan photo session yang serabutan, “kotak wasiat” berpita, hadiah farewell yang sudah disiapkan teman-teman tercinta menanti di depan mata..

Sore yang penuh tawa itu, air mata saya sudah tidak bisa dibendung lagi.
Betapa tidak, mengingat effort dan perhatian mereka yang luar biasa untuk saya, sungguh membuat saya benar-benar bahagia sekaligus haru..
Thank you my dear friends..
Walaupun harus jadi tontonan sekantor, tapi buahnya memang manis luar biasa..
U guys are awesome, like always..
Thanks for sharing this sweetest goodbye with me.
Thanks for being the most wonderful working colleagues, supportive and caring friends, and last but not least: a very reliable shopping partners in crime (hahah..)

I may not be around anymore, but we will always have each other.
That, I promise.

Special thanks goes to the following:
*Wika, Jika, Tiessa, Dinar: Zarra nya pasti bakalan gw pake terus..Fotonya juga udah gw pajang loch..
Adik-adik juniorku tercintah:
* Rondang, Aisyah, Dida, Dini, De-ef, Bonie: Wah clutchnya bener2 to die for, makasih yaaaaa..Zarra nya (juga) pasti gw pake, promise.
* Jamal, Vanda, Didi, Icut, Nita, Dian: Creative-nya sekarang menemani hari-hari ku di mobil lhow bow, duh how thoughtful you guys are..ada gunanya juga ya “shuttle car” mall Ambas gw itu, sampe bisa menginspirasi kalian kalo gw butuh Creative di mobil hahahaha…

Tuesday, November 21, 2006

Our Little Agassi

Jagoan kecilku lagi seneng sama mainan barunya: raket tenis mini (yg khusus buat kiddo tentunya). Hadiah spesial dari Nenek Puni di hari ulang tahunnya.
Memang dasar anak ayah, dia langsung “klik” sama raket tenis mainannya.

Ini dia gayanya kalo lagi sibuk beraksi dengan raket tenisnya:




















Ayah :
Nanti kalo dia besar latihan tennis sama ayah ya..Ayah dulu juga latihan tennis dari kecil, Bun..Siapa tau dia mewarisi bakat aku..”

Bunda:
Pasti sayang..trus bunda ngapain? Bunda kan juga dulu latian tennis, ikutan latian aja ya?”

Ayah:
Mendingan Bunda latihan berenang..kan bunda masih belum bisa berenang, ntar kebalap Ferrel lho..”

Bunda:**kesel**

Ultah si Bude Brownies

Huppy B-day bude brownies..
Iya, bude Wika si pembuat brownies hari ini ultah..
(pssstt.. she turned 30 loh today..dah gede ya, padahal kecil loh orangnya..)

Aku cuma mau bilang:
Wishing u all the best ya dear..

Ngomong-ngomong, katanya pembuat brownies, kok ultah malah bagi-bagi donat?
Aku jadi bingung niy..

Bude brownies atau Bude Donutkah sebenarnya dirimu?


Me Love Futsal

My next giant step (effective per 1 December) menyisakan kenangan yang semalam sempat terlintas di benak saya:
Waduh, ga bisa main futsal lagi deyy di PPAKH

Sedih banget kalo inget itu.

Futsal selalu menjadi momen yang saya tunggu-tunggu.
Di sela-sela kesibukan dan kepenatan bekerja, Futsal terbukti menjadi hiburan yang sehat dan menyenangkan.
It frees your spirit and mind.
Beneran lho.
Coba deh kalo nggak percaya.

Pertama kali main tahun 2002, posisi langsung striker, terus berubah jadi mid fielder aka playmaker, trus setelah nambah ndut selesai melahirkan, dengan segala daya upaya minta ditaro jadi back dengan alasan ga kuat lari bolak-balik ke depan belakang kaya dulu :-)

Dari tahun ke tahun kita juga berganti-ganti coach, so far semua coach menyenangkan, kecuali 1 coach yang tidak bisa disebutkan namanya, yang menolak mentah-mentah sepatu olahraga hadiah dari kami (as our token of gratitude).
Dasar aneh..


Coach terakhir malah sampai hari ini setia jadi supir pribadi yang baik dan manis dikala gank di kantor merengek-rengek minta diantar ke ambass..(Mwah buat Jamal..yang selalu dicerca dan dihina, but definitely a friend u can’t live without..ceile..)

Intermezzo..
Ingat Jamal ingat gado-gado pelangsingnya, yang konon kabarnya dalam rangka mensukseskan program dietnya, ybs makan gado-gado selalu, tanpa lontong dengan super duper extra kerupuk dan air putih banyak-banyak. Krupuk dan air yang banyak diklaim akan mengembang di dalam perut dan kemudian menimbulkan rasa kenyang berkepanjangan. Can u believe that? (Cause I can’t).

Anyways, my days ahead, with or without the fun days in futsal arena bersama teman-teman tercinta, will always be one of my sweetest rememberance. Sambil selalu berharap, moga-moga kalian masih mengizinkan aku bergabung dalam latihan kalian menyambut PPAKH selanjutnya.. *sigh*

Semoga…

*PPAKH = Pertandingan Persahabatan antar Konsultan Hukum (law firms) yang diadakan setahun sekali








Monday, November 20, 2006

Undur-undur Wannabe






Dear Ayah,

Last nite, mom and I were laughing histerically.
Tau ga kenapa?
Our darling son, asyik melantai dengan mobil-mobilannya
Tiba-tiba..
Entah cape entah iseng
Dia merebahkan badannya dengan gaya tengkurap
Aku pikir dia istirahat
Ga taunyaa..
Perlahan tapi pasti dan semakin lama semakin cepat
Dia melakukan gerakan seolah-olah berenang
Tapi oh tapi..
Berenangnya bukannya maju, Yah..
tapi malahan mundur.
Undur..undur..undur
Iya,
Persis
undur-undur
Sampai di ujung tembok kamar
Dia merangkak lagi ke depan teve
Lalu beraksi lagi…
Undur..undur..undur
Terusss begitu
Sampai dia capek
Lalu merangkak memanjat badan Bunda
Merebahkan kepalanya dengan manja
Tanda waktunya
Kelonan berdua..
Aih lucunya..
Ayah sayang,
our bundle of joy sudah makin banyak aksinya.

Iya..iyaa..
I know..we know..

You missed him.
That much.
**see you soon ya darling, tenang..4 more days to go. Patience..patience..

The Coffee Cats

Miawwww..
2 kucing duduk manis, di suatu sore yang hangat, pembicaraan mengalir begitu saja seputar teman-teman, teman dari teman, keluarga, pekerjaan..sampai saat dimana this very good-rarely to see each other-friend mentioned something,which is not that much of importance- kind of issue sih, but still, somehow, what she said seemed to linger in my mind..



*sipping her coffee loudly*
U know what, I heard this kind of story once too many. I think there’s even some books about this. Jadi gini Ma, this sort of people ya..well, sebenernya emotionally unstable, labil. There’s a void someplace inside her. A very unsecured person.”

Not a psychologist nor a shrink, yet she talked like one.
That’s what I always love about her.
Analytical, book enthusiast (yup, impressive background research), full of details and that straight forward talks.
Bottom line: ardent and reliable.
A just perfect sharing partner.

You mean like a copycat?”
“Well, if you choose to use that term, yes..”
“ Wah males bangeeettt..”
“Ini krisis identitas. Banyak kok kasusnya, don’t act that surprise.”
“How to handle this kind of person then?”
“ Yah gimana ya, ini bukan homework loe. Just handle with care though, there is no reason juga for you being violent atau gimana..”
“Ih, no plan juga ke arah sana kok..”
“ Good for you, see? We are much better person now..”
“Meaning?”
“Iya. WISER..”
**blushing**

And,from that point on, we were laughing wholeheartedly.
Ohh how I like the thought of getting WISER..

Di sore yang hangat itu..
The two coffee cats, re-united.

Friday, November 17, 2006

Ferrel’s Baptize


We decided to baptize our son on his 1st birthday, 4th of November 2006.
The nice thing is he got to be baptized together with his cousin, Laura (9 months old).
It was a sacred yet entertaining moment.
We were in a mass, sending our prayers in silence, but yet the babies were just sooo busy with themselves.

Selamat ya nak, kamu sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga besar Tuhan Yesus, dalam Gereja Katholik..


Lookey lookey..Here are a few snaps from the happy moment:






The ‘threesome’ Dinner

Sepenggal dua penggal pembicaraan ga penting during our ‘threesome’ dinner at EX:

+Pi2nk:
“Pembantu guwe kurus banget deh, sampe saking kurusnya gw jadi obsessed kerjaannya ngasih dia makanan moloo..Eh tapi ditolak-tolakin aja tuh, katanya buat mbak aja ah”

+V3:
“Pembantu loe emang tipe yang ga doyan makan kali Ping..”

+Irma:
“Emang loe tawarin makanan apa?”


+Pi2nk:
“Yaa..macem-macem, pernah dia gua tawarin Chiki. Trus kata dia, ah enggak mau mbak, saya udah enek sama Chiki..”

+V3:
“Napa emangnya?”

+Pi2nk:
“Soalnya dia katanya siy pernah kerja di pabrik Chiki lama banget gitu..”

Ketik P spasi A: Pantes Ajaaaa…..

Pipink..pipink..lagian loe juga siyy..udah tau Mbok Ti kuyus kerempeng gitu, kok ya yang ditawarin malahan Chiki..isinya kan angin doaankk…
Oh well, perhaps, it’s the thought that counts..

Wednesday, November 15, 2006

The importance of being: ourselves

Someone used to be my constant reminder of this sort of significance.
That,
bear in mind:
to be our true-selves is priceless.
You can always in search for role models, but however, careful..
as it is differ from wanting to be one selves..

You are who you are.
That way, Value who you are.
For God has created you for a reasond beyond compare.
You were made to be different.
That is why, of all people, you exists.
You get to be noticed.

It might always tempted you to be able to live in someone else’s shoes
But for that particular reason,
Have faith..
And live by what He, who creates up there, has in store for u

Until these days I still think
it is most fortunate that I have faith
That my shoes will always be my comfort hideaways
A place where hopes, dreams, love and affections grows
A place to go home to
A place where I kept all my desires
In that tiny small shoes

It may not look perfect for others
But hey,
Who cares?
They are not even half fortunate to be able living in our shoes.

And therefore
We willl always walking..and walk..and walk..
Side by side – hand in hand
In our beautiful shoes.

We even made each other a promise.
That we will never get tired walking in our shoes.
It’s one hell pretty shoes.
Sure, everyone will envy.
But then who cares?

Singapore on My Mind



Just got the confirmation email from Lufthansa a few weeks ago.
Yup, the tickets have finally arrived.

Memories went straight to our first family trip:

Ferrel was still 8 months old, I carried him in his baby carrier (heavy as can be..), my mom and dad took us to the airport, there we were, ready to fly.

His dad was having his 29th birthday and we went to see him to celebrate the festive day. That was the first time for us to celebrate his birthday abroad, so everything was oh so excited.

Arrived at Changi precisely at 18.00 Sing-time, he was nowhere to be found. Oh my, I was already exhausted carrying my big baby boy. I was expecting that his dad would come soon with the baby stroller as planned. Okeiii, aparrently he was late. Nevermind.

I decided to take a seat, luckily, being the sweetest baby boy he is, Ferrel was pretty much occupied with the surroundings. I was able to relax for a while, waiting for my (hopefully) soon to arrive-husband.

30 minutes later, there he was. From the look in his face, I can tell that he’s a bit panic.
Yuhuuu..here we a re darling, u’ve been looking at all the wrong spots **arms waving heavily**

And, oh..the sweetest rendezvous.
Hugs, kisses, hugs again and kisses..
My, how we missed you that much.
Yes.
That Much.

The following days went out more than just fine. It was awesome.
We went to see sooo many places.
(big dissapointment since the Merlion is taking his “shower”)
We were busy with our little boy who apparently loved it so much being the star of the trip.
We celebrated Ayah Willy’s birthday romantically (even with the presence of the lil’ kiddo who made everything felt so much better)
Went shopping since it was also the Great Spore Sale season.
We just had a wonderful time.

Holding the tickets in my hands, those remembrances teased me.
For I believe,
This next trip is gonna be a blast.

C u soon darling..

Let’s get to the Gym

Weight obsessed, I went straight to gym.

Cape?
Buangettt..

After several muscle-forming, kick-ass running, and laborious sit-ups..the hard work is at last, paid off: 2 kilos of unneccessary fat is vanished. Gone.
**Gleg, wait a minute lady, 5 more kilos to go**

*Sigh* (Berjanji dalam hati)
Next pregnancy: eat healthy, proportionally and..Wisely!
Pregnancy is for sure no justification to crave madly.
=)

Nge-gym lagi yukkk..

The House (is finally) for Rent












The decision is made.
Just recently spread this news through the information super highway tools:

House for Rent

Location:
Legenda Wisata
Cluster **, Blok **
Cibubur

LT/LB: 140m/88m
2 storeys house with 3 bedrooms, 2 bathrooms, kitchen, carport, garden and backyard.
(See attached files)

Facilities:
- Electricity, water (PAM), Phone (Flexi)
- Located nearby Eldorado Waterboom and Driving Course
- Nearby schools: Global and Sekolah Kristen Ketapang

For further inqueries please contact:
Irma (0811******)
irma.yunita@gmail.com or willy.widiatmiko@gmail.com

Please forward this email to your friends and families.
Thanks in advance.

Next thing I know, a phone call came from a sounds-like-interested to be-a tenant- kinda guy:
Hallo, bu Irma ya? Saya dengar rumahnya di Legenda Wisata Cibubur mau dijual ya?”

The upset landlord:
**Gubrakkk**
Mmmm..mas liat dimana ya? Via Email ya? Kan judulnya jelas loch mas..House For Rent gitu lochh..Meaning Saya mau menyewakan,buat di-se-wa, bukan buat dijual

The sounds-like-interested to be-a tenant-who turned out to be more of a prospective buyer instead of a tenant- kinda guy:
**Silent…………...silent………………....silent..**
Ohhhhh..eh..hehehe..iya deng, hehehe..salah ya Bu. Maaf ya. Makasih ya Bu.”
Klik.

Moral of the story:
Next time you read an advertisement (or maybe just about anything), read the tittle carefully before moving on to the content and made the wrong conclusion and embarassed yourself.

Oh wow, there goes my thunder..

Monday, November 13, 2006

Knock knock kiddo

Knock-knock
Who’s there?
Me..
Me who?
Me, me..the same old me
Same old who?
Same old person, been staying too long
Too what?
Too much, too tired, too unhappy, too bored, too many excuses
What excuses?
……………………
Why, that’s absolutely redundant.


*dedicated to a tired friend

The Orange Wedding












Last nite was our bestfriend’s wedding:
Evi and Reggy
(selamat ya mpok..kawin juga akhirnyaaa..)

The color theme was precise:
Orange.

Never went to any “orange wedding” before, so a lot of curiosity was playing on my mind **kaya apa yaa..kaya apa yaa..**

Arrive punctualy as agreed (19.30 ya gals..bukan 19.45), sign the guest book, celingak-celinguk kiri kanan, and there was Wulan, Nadja and Mike, standing just on the right spot: sushi and sashimi stand!
Clever choice!

Michael: “langsung aja yuk, salaman ntar, antriannya panjang bangeeett..”
Wulan : *nod*
Irma : *hypnotized by the delicious line of sushi and salmon sashimi-hands on the serving plate-next on the chopsticks and.. ok, ..good to go*

After a happy belly session, we went to congratulate the bride and groom.
Awww.. the bride is so beautiful, the orange theme was in fact decorated beautifully, not as shocking as I thought it would be..

Last but not least, the moment of truth:
Wedding Singer on stage – live performance by me, Wika and Winnie (as olweish yaa..)
Although the song we sang was not exactly the ones requested by the bride and groom, it was still a lil’ something special from us..and they just loved it.

Again, congrats dear friends, it has been a long exhausting journey.
So glad that you guys have finally made it to the end.

Have lots of beautiful kids together yaa…

Tuesday, November 07, 2006

Happy Birthday my son..

4 November 2006, a sacred day, at least for me and my husband.
One year ago, I gave birth to a beautiful baby boy named:
Nathanael Ferrel Matthew,
who currently just turned one year old.

The celebration was a blast.
The candle was lit and we blew it out with a big grin in our faces.
Happy as can be.
The crowd sang happy happy happy birthday,
wish us well and pray for the best years to come.

My son, hug me closely in his arm,
was without a doubt:
(our little) Prince of the day


Happy birthday ya nak..
Ayah bunda selalu berdoa semoga Tuhan senantiasa berkenan memberikan kasih karuniaNya
Yang terbaik untukmu
dan untuk kita semua..

Amin…


Monday, October 16, 2006

Brownies Bude Wikawiks


Brownies Blogger yang satu ini rasanya endang estaurinaa...

Apalagi di sore yang penuh kelaparan ini..duh rasanya mertua lewat kek SBY lewat kek, SWGTL?? (so what gitu loch..)

Setelah proses negosiasi yang tidak begitu alot, Bunda Irma akhirnya berhasil membawa sekotak brownies cheese choco chip kembali ke ruang kerjanya dan dengan kerjasama yang baik dengan Bubu Raska dalam tempo yg tidak terlalu lama, beberapa potong brownies tiba dengan selamat di usus 12 jari kami.

Rasanya?? Wah..ga bisa dilukiskan dengan kata-kata...

Bunda Irma: Bude, besok ada brownies salah bawa lagi ga??
Bude Wika: ketik C spasi D: Cape Deyyyy..

I wish I do



I wished I knew how to tell you

I do.
I just don’t want to.

I wished I knew how to say
or when to say it.

I do.
I just don’t want to.

I wished I have the heart to let go.

I do.
I just don’t want to.

I wished..
Everything was simpler
Like the way we used to..

(Bunda Ferrel 16.10.06 - in the midst of confusion)

When You Miss Someone You Love













You* tend to:
1. Think about him too much you find it hard to sleep.


2. Badly wish that fiscal tax no longer exists.

3. Stay awake and watch your son sleep safe and sound, thinking how much you miss watching him sleeping while someone on the other corner of the bed looking at you with his eyes saying “Thank you so much for giving me a beautiful son..I love you..” **sigh**

4. Feel nausea while heading to the airport.

5. Frantically dial 007-65-967*****

6. Send tons of sms that says: “Ayah, aku kangen..Poldi juga..”

7. Re-think (for the thousands times) whether this is the right decision to make.

8. Stare at his picture way too long, too much, too late (at nights).

9. Write everything in your blog and make sure he reads your mind.

10. Have a cup (or maybe two or more) coffee with your darling friends and let them know how you feel.

From there, everything seemed a whole lot better.

*
You refer to: me.

I am me.
As lonely as I can be.

Puisi Cinta Sapardi Djoko Damono


Sapardi Djoko Damono has always been one of my fave poets.

I admire his writings.
I really do.

I felt that in his writing, he’s sort of telling us that you don’t really have to babble up just to get to your point.

This one is his poem, and has always been my favorite poem:

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


Rasanya yang ada dalam kepala dan dada cuma rasa kangen yang semakin membuncah..sementara kekasih hati ada nun jauh di seberang lautan sana..Pulang donk sayang..

Review Makansutra: MIE ITEM & DOMBRUT

Beberapa minggu yang lalu saya dan beberapa teman SMA (ex Tarq-CC) mengadakan reuni sekaligus bukber di Kemang Food Festival.

Sampai disana (jam 16.30), KFF masih sepi pengunjung sehingga kami bisa dengan leluasa memilih tempat duduk. Karena kami ber tiga: The A-Team alias The Advance Team (baca: Irma-Fitrie-Pipink) tidak ada yang berpuasa, maka tanpa ba-bi-bu kami langsung asyik berdiskusi sambil tengok kiri tengok kanan menerka-nerka apa kira-kira yang bisa dipesan untuk menjadi teman ngobrol sembari menunggu teman-teman yang berbuka datang.

Saya yang kebetulan sore itu belum makan siang, tanpa pikir panjang langsung memutuskan untuk memesan makanan guna mengisi perut yang lapar (banget)..dan voila!!..dalam tempo kurang dari 30 menit, piring-piring berisi makanan yang menggoda telah terhidang di meja saya:
- sepiring coke (coklat keju) dan pisang bakar Eddy
- 1 porsi Dombrut dan Nasi
- Mie Item (aglio oglio)
(Ini doyan apa laper? Well…dua-duanya..)

Tamasya perut saya sore itu saya mulai dari icip-icip coke dan pisang bakar. Nothing special sih, dalam arti rasa-rasanya hampir semua orang sudah tau rasanya coke dan pisbak Roti Bakar Eddy, so no further comment.

Selesai icip-icip produk RBE, saya menuju ke menu utama: Dombrut alias Domba Garut yang konon kabarnya usaha ini dirintis oleh Yuke, basisnya Dewa. Saya memilih seporsi Dombrut standar (kenapa standar..karena kalo yang standar aja enak, next time harus nyoba yang special, yang menurut promo abangnya dibuat dari daging Tenderloin Australia, wah pasti nendang tuh rasanya..)… satu demi satu tusuk sate masuk ke perut..wahhh enaakkkk….ga nyesel deh nyobain.. dagingnya gede-gede, empuk, melted in your mouth, bumbunya meresap ke daging dan berasa..nikmat pokoknya.

Fyi, sewaktu asik menghabiskan Dombrut saya merasa ada yang ga enaaakk gitu..kenapa ya….selidik punya selidik, begitu kepala saya angkat dari proses “konsentrasi” ke piring makan, ternyata kepala-kepala sekeliling saya (yang masih harus sabar menahan diri menunggu waktu berbuka) lagi asik mangap dan merhatiin saya makan dengan seksama (seriously, beberapa orang literally MANGAP nonton saya makan si dombrut dengan semangat **yah secara eike kelaperan berat ya bok..**..duh mas-mas dan mbak-mbak yang pada puasa sori-de-mori deyy hehehehe…)

Bottomline: Perut kenyang, hati senang.

Review makansutra saya yang kedua (kurang lebih 2 jam setelah Dombrut ngendon dengan sukses di perut) diawali dengan tawaran teman saya Fitrie untuk mencoba MIE ITEM yang menurut si promoter ini endang banget rasanya. Seperti namanya, mie ini memang berwarna hitam, dan layaknya slogannya: INFUSED NOODLE, mie item memang hasil infusi dari tinta cumi-cumi sehingga ga berbahaya buat kesehatan..Pilih sana pilih sini, dengan mendapat dukungan penuh dan rekomendasi sales marketingnya, pilihan saya jatuhkan pada AGLIO OGLIO-nya which they claimed as their signature noodle. Ga sampe 10 menit, pesanan datang, pake compliments kolak pulakk.. hebatt!!

Awalnya membutuhkan sedikit keberanian dan rasa tertantang yang cukup tinggi karena adanya rasa canggung untuk memakan sesuatu yang tidak biasanya berwarna hitam..tapi dengan sedikit tekad dan juga nekad, saya mencoba sesuap demi sesuap blacky mie ini..dan rasanya? WAAAAHH..ENAAAKKK…**senangnyaaa** Mienya bertekstur soft, licin (mungkin karena olive oilnya), rasa tinta cumi juga ga nongol sama sekali, gurih, dan porsinya lumayan memanjakan perut. Wah bener-bener worth the price.

Sukses buat William Wongso & Family. A trully successful breakthrough.

Noodelicious!!


PS: Foto, as attached : Fitrie dan sekotak Miietem

Thursday, October 12, 2006

My Top 10 Guiltiest Guilty Pleasure

10. Famous Amos: chocolate chip and pecans

9. Karaoke@ Happy Puppy sampe tutup (back in the ol’ days)

8. Mocking the office’s famous mocking object(s): TA and AJ (initial)…Hihihihi..

7. Remove the grey hair out of Dinar’s head (hehehehe..which she strongly objects, claiming will trigger more grey hair to
grow)

6. “Pay more attention” to young freshgrads joining our trainee program ..aka brondong
(some of those brondongs would make your head turns- I swear) -- This posting has been approved by my dear sayangku cintaku Ayah Willi..muah

5. Desperate Housewives marathon – no bath – no eating, just me and the Wysteria Lane Ladies


4. Zara Sale

3. Infotainment (Insert, hot Shot, Star 7, Kiss, anything on E and Star Daily)

2. Scoops of one of the followings (in order of preference):
- Ben & Jerry
- Haagen Daz
- Baskin & Robbins

1. Watching the famous JERRY SPRINGER show.. (u know, the cat fight is a must see!!)

What’s yours?