Friday, October 06, 2006

JUMAWA MODE: ON

Alkisah Pangeran Kegelapan atau yang biasa dipanggil Lord Voldemort (aka He who shall not be named) menelepon Ally McBeal pagi-pagi sekali.

The whole conversation was in English
(tumben banget niy ada apa ya..emang sapa sih yang nguping, Mort?)

Percakapan dalam bahasa inggeris itu 99% berisi komplain dan curhat, 1% nya giliran bagiannya Ally McBeal yang mencoba memberikan penjelasan yang (harapan Ally McBeal saat itu) memuaskan buat si Lord.

Tapi apa yang terjadi saudara-saudara? Mengertikah Lord Voldemort? Sadarkah Lord Voldemort? ……….
Boro-boro.
Denger aja udah bagus kalee..

Percakapan Lord dengan Ally McBeal pagi itu makin menguatkan persepsi image Ally McBeal tentang siapa sosok YANG DIPERTUAN AGONG, Lord Voldemort sebenarnya.

Bahwa Lord Voldemort bisa sangat arogan, bahwa Lord Voldemort memang ternyata tipe orang (atau mahluk?) yang sangat sulit untuk belajar mengasihi, memaafkan dan apalagi: mendengarkan. Bahwa Lord Voldemort bisa bertindak seolah-olah dia Tuhan, dunia bisa ada di bawah kakinya dan bahkan dia pikir semua bisa dia atur sesuai maunya.

Kasian.

Dari kesal Ally MacBeal tiba-tiba jatuh kasian sama Lord. Orang kok bisa begitu ga pekanya dan ga punya hati. Makan apa siy kamu waktu kecil Lord? Snacknya batu kali ya..

Api amarah yang dia kobarkan dengan Harry Potter & his family sepertinya sudah tidak bisa dipadamkan lagi. Ally MacBeal juga kasian sama Lord Voldemort junior(s), they don’t have a single clue, of what kind of a person they called FATHER.

Ally MacBeal yang secara official tentunya (berpihak) dan unofficially ditunjuk sebagai person in charge oleh Harry Potter & his family untuk hal-hal yang menyangkut masalah hukum dan gugatan perdata terkait dengan Lord Voldemort, lagi lagi cuma bisa geleng-geleng kepala.

Gosh, this is going nowhere.

Lord Voldemort:
silakan aja kalo masih pada mau SILATURAHMI sama aku, tapi pokoknya kita putus hubungan dengan nyamuk yaa..” **nguingg..nguing..Harry Potter yang bete mengayunkan tongkat sihirnya dan tiba-tiba Lord Voldemort bentol-bentol segede pulau seribu gara-gara dikerubutin nyamuk..**

Ally MacBeal:
(ter)serah deh…lagian sapa juga yang mau main ke rumah loe, jauh taooookkk…jumawa kok ga sembuh-sembuh,**sambil merapikan berkas-berkas perkara, membuangnya ke tong sampah, berharap ga akan pernah melihat berkas-berkas laknat itu dan mengibaskan rambut bersiap-siap ke mall ambassador** (loh kok mall ambas sih Al?) *Ally: iya suntuk gue, mau menghirup udara segar aja..sapa tau ada blus bagus di ambas*

Ally, lagi-lagi si impulsive buyer. Suntuk aja bisa jadi alesan cari blus, dasarr..

PS:
Mau tau ga rahasia yang penting banget? Lord Voldemort itu (atau Lord Voldernyolot) ternyata nama belakangnya Potter loch… iya bener, P-o-t-t-e-r.
Bahkan nama panggilan kecilnya ternyata Heru, jadi sebenernya dia namanya Heru Potter, pas udah gede gara-gara sering diledekin sama temen-temennya, dia dengan sok-sok-an mengubah namanya menjadi Lord Voldemort.

Fakta penting lainnya, ternyata Ally Macbeal sebelum berprofesi menjadi pengacara seperti sekarang ini, pernah mengenyam pendidikan di Hoghwarts School of Magic, yup..alma maternya Harry Potter juga.

Setelah berpacaran sekitar 4,5 tahun dengan Harry, Ally dan Harry akhirnya menikah dan dikaruniai seorang bayi (yang untungnya jidatnya ga dihadiahi tanda petir kaya jidatnya Harry). Ally yang kemudian capek jadi tukang sihir (secara dia lebih milih koleksi sepatu instead of tongkat sihir), Ally kemudian alih profesi jadi lawyer, yang katanya bisa mendukung hobinya mengoleksi baju dan sepatu, demi image seorang lawyer profesional.

-TAMAT-

4 comments:

aisyalala said...

Ally McBeal kalo lagi suntuk masih suka liat bayi2 joget ga? tp drpada liat bayi joget mendingan ke ambas siih, hehe

Bunda Ferrel - My Love and Thoughts said...

aisyalala sayang,

tanpa kujawabpun kamu pasti tau jawabannya hehehe (secara u're my partner in crime in our several trip to ambass)

Anonymous said...

secara ..naluri shopping ngga pernah habis boo...(kan sembari cari inspirations...he he)
gpp, ntar di sin bisa jualan ke orang2 indo di sana (barang2 Ambas ato Cempaka mas.....)

Ceritanya sangat menghibur....he..he

Bunda Ferrel - My Love and Thoughts said...

Trims bude anonymous hehehe

C u soon ya..